Tips Bertahan pada Resolusi Tahun Baru

Januari adalah bulan pertama di tahun baru ini. Pada bulan Januari, biasanya kita membuat resolusi tahun baru. Pada resolusi tahun baru itu, kita mungkin membuat rencana kebiasaan-kebiasaan apa yang ingin kita bentuk dalam keseharian, mana yang ingin kita tinggalkan di tahun sebelumnya. Kita berharap dan bertekad akan menjalankan resolusi itu mulai dari Januari. Sayangnya, tidak jarang semangat menjalankan resolusi atau membentuk kebiasaan baru itu hanya bertahan selama beberapa bulan awal saja. Tidak jarang setelah itu saat akhir tahun tiba dan kita merefleksikan kehidupan selama setahun, kita jadi menyalahkan diri sendiri karena resolusi tahun baru kita tidak tercapai. 

Konsultasi dengan psikolog sekarang

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan resolusi tahun baru tidak berjalan lama. Mengutip Dr. Judith Beck, Psikolog pendiri Institute for Cognitive Behavior Therapy, Feldman (2021) merangkum empat “jebakan” yang biasanya membuat resolusi tidak berjalan lama.

Pertama, resolusi yang dibuat terlalu sulit atau besar sehingga membuat kita kewalahan.

Kedua, saat membuat resolusi, kita tidak membuat antisipasi adanya halangan atau tantangan yang mungkin muncul di tengah-tengah perubahan yang sedang kita lakukan. Hal ini membuat kita jadi mundur atau cepat menyerah ketika menemui tantangan.

Ketiga, adanya pikiran all-of-nothing, ketika kita berpikir rencana kita harus sesuai dengan yang kita mau, dan jika tidak, maka rencana kita pasti gagal. Kita tidak memperhitungkan adanya perkembangan kecil-kecil yang juga bisa menjadi tanda resolusi kita berjalan.

Keempat yaitu ketika kita merasa hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, kita menyalahkan diri kita sendiri dan menjadi keras terhadap diri sendiri. Lalu bagaimana agar resolusi yang kita buat dapat bertahan? 

Berikut ini beberapa tips yang dapat diberikan untuk merancang resolusi : 

  1. Pilih perilaku baru atau perubahan yang memang dirasa bermakna untuk dirimu. Saat membuat rencana perubahan, coba tanyakan kepada diri sendiri apa alasan mau melakukan perubahan itu? Pikirkan alasan yang paling masuk akal dan sesuai dengan nilai dan tujuan hidup. Misalnya, kita memilih untuk mencoba berolahraga setiap hari agar kita bisa tidur lebih nyenyak di malam hari, dan setelah berolahraga mood kita di hari itu menjadi lebih baik. 
  2. Buatlah rencana perubahan yang spesifik dan bisa diukur. Tidak perlu membuat terlalu banyak resolusi, pilih beberapa yang menurutmu penting dan memungkinkan untuk dilakukan selama setahun. Susun secara rinci rencana tersebut, misalnya kapan, dimana, dan bagaimana kita akan melakukannya, serta apa yang bisa jadi ukuran keberhasilan dari rencana kita tersebut. 
  3. Mulailah dari aksi yang kecil, tetapi memiliki dampak. Misalnya, untuk resolusi meningkatkan kebiasaan berolahraga, kita bisa mulai dengan berjalan kaki 10 menit setiap pagi. Aksi yang kecil dan sederhana ini, membuat kita jadi berpikir bahwa perubahan yang kita rencanakan ini mudah untuk dilakukan, sehingga membuat kita bersemangat untuk melakukannya.  
  4. Mulai saja dulu! Segera coba lakukan perubahan yang diinginkan di awal tahun. Jika kita menunggu “ah, mulai nanti waktu ada mood”, biasanya justru menurunkan semangat kita untuk mencoba perubahan itu.  
  5. Bersikap fleksibel. Berusaha disiplin dengan rencana yang dibuat itu baik, tetapi penting juga untuk tetap fleksibel dan memberi ruang untuk hal-hal yang terjadi diluar rencana. Memiliki fleksibilitas ini juga membantu kita untuk tidak cepat merasa bahwa usaha kita gagal sehingga memutuskan berhenti ketika eksekusi rencana kita berjalan sedikit di luar harapan kita. 
  6. Lakukan monitoring kemajuan yang sudah kita alami secara berkala. Monitoring ini bisa dalam bentuk habit tracker, atau mungkin umpan balik dari orang sekitar. Hal ini kita lakukan untuk menyadari apakah ada perkembangan yang sudah kita alami, atau menjadi evaluasi apa yang perlu kita lakukan secara berbeda jika tidak ada perubahan yang kita anggap signifikan. 
  7. Apresiasi diri sendiri. Memberikan apresiasi kepada diri sendiri atas segala perubahan yang sudah kita coba lakukan merupakan hal penting yang sering terlewatkan. Dengan mengapresiasi diri sendiri, kita memberikan reward yang paling sederhana untuk menguatkan perubahan perilaku yang sudah kita lakukan. Mungkin hasilnya belum tentu sempurna sesuai rencana, tetapi perubahan apapun, sekecil apapun itu, tetaplah sebuah kemajuan yang perlu disadari dan dirayakan.

Selamat berproses dan bertumbuh, semoga resolusi kita, perubahan baik yang kita inginkan di tahun ini bisa terlaksana dan kita tetap konsisten hingga akhir tahun! 

Have a nice day!

Lihat artikel psikologi lainnya

“Seribu langkah selalu diawali dengan satu langkah. Mulai langkahmu sekarang menuju hidup yang lebih bahagia” (-unknown-)

Sumber : 

Feldmean, D. B.(2021, 2 Januari). So you set a new year’s resolution, now what?. Psychology Today.