Mendampingi Korban Kekerasan Seksual

‘’Aku nyesel cerita sama dia. Aku kira dia akan bikin tenang, tapi dia malah nanya – kenapa kamu nggak ngelawan? Kenapa kamu nggak teriak? Kenapa kamu nggak pukul aja? – Pertanyaan-pertanyaan itu bikin aku merasa terpuruk dan bersalah atas hal yang terjadi pada waktu di halte itu.’’ – anonim

Mengalami kekerasan seksual adalah pengalaman yang sangat menyakitkan. Karena itu kita perlu hati-hati saat mendampingi mereka. Sebagai seseorang yang tidak mengalaminya, kita tidak boleh menarik kesimpulan apalagi menghakimi apa yang terjadi. Perhatikan setiap perkataan dan sikap yang kita berikan. Tentunya kita ingin menjadi bagian dari pemulihan, bukan menambah rasa sakit yang dirasakan.

Konsultasi dengan psikolog sekarang

Apa yang bisa kita lakukan ?

Secara spesifik, kebutuhan setiap korban kekerasan seksual berbeda. sesuai dengan kondisi dan situasinya. Akan tetapi, umumnya mereka sangat membutuhkan seseorang untuk mendengarkan dan memberi dukungan. Kita bisa mulai dengan menerapkan langkah-langkah dukungan psikologis awal atau psychological first aid di bawah ini dalam memberi pendampingan.

Lihat

Perhatikan kondisi teman yang sedang kita dampingi. Dari situlah kita bisa melihat kebutuhan dasar yang dibutuhkan. Mungkin ia perlu minum air putih, tissue, atau hal lainnya.

Dengarkan

Dalam keadaan yang sedang terguncang, mungkin ceritanya tidak runut atau ia belum mau bercerita. Kita harus menerima kondisi ini terlebih dahulu. Tetap ada di sana dan dengarkan setiap kata yang diucapkan.

Tidak perlu memberikan penilaian atau menghakimi. Lebih baik perlihatkan kalau kita mendengarkan dan berusaha memahami apa yang ia rasakan. Cara paling efektif adalah dengan mengucapkan kembali apa yang ia ceritakan dengan kata-kata kita sendiri – dan usahakan menangkap pesan emosi yang ingin ia sampaikan.

Contoh, ‘’Aku bisa paham saat itu rasanya sangat menyakitkan untuk kamu…’’

Rasa Nyaman

Berikan hal-hal yang kiranya membuat dia merasa nyaman. Mulai dari posisi duduk atau situasi pendukung lainnya, misalnya musik tertentu. Ajak menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan-lahan. Jika diizinkan, berikan sentuhan fisik yang menenangkan, seperti tapping.

Hubungkan

Ketika kita sudah memahami kebutuhan teman, mungkin akhirnya ada hal yang bisa kita bantu tetapi ada juga yang tidak. Mungkin ia butuh bantuan hukum? atau psikolog? Atau mungkin bantuan lainnya. Selanjutnya, bantu ia untuk terhubung dengan sumber-sumber bantuan tersebut.

Lindungi

Upayakan teman kita terlindungi dari bahaya lebih lanjut yang mungkin terjadi. Jaga setiap informasi yang kita miliki. Jangan sampai informasi itu sampai pada pihak yang salah sehingga membahayakan teman kita.

Beri Harapan

Kita sudah mencoba melakukan hal-hal yang bisa dilakukan. Selanjutnya, ajak teman kita untuk melihat harapan yang masih ada di depan. Bahwa perjalanannya tidak berhenti sampai di sini dan ia kuat untuk melanjutkan perjalanannya lagi.

Semoga dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kita mampu untuk mendampingi korban kekerasan seksual dengan baik, dan mendukung pemulihan teman kita.

Lihat artikel psikologi lainnya