Apa yang Bisa Dilakukan Saat Mengalami Craving ?

Apa itu Craving?

Ketika kamu berhenti mengonsumsi zat adiktif atau berhenti dari perilaku yang adiktif, sangat mungkin kamu akan mengalami craving: merasa lapar, dorongan, atau hasrat sangat kuat untuk mengonsumsi zat atau melakukan perilaku adiktif. Selama craving, kamu akan merasakan sensasi fisik dan emosi yang kuat, bahkan seringkali disertai dengan pikiran kompulsif. Gejalanya mungkin berbeda bagi setiap orang, dapat berupa gejala fisik (misalnya produksi liur meningkat atau merasa kering di tenggorokan) atau pengalaman emosi (mudah tersinggung, gelisah, atau sedih). kamu dapat juga memiliki pikiran kompulsif seperti “apakah aku bisa mengonsumsi satu?”, “aku akan berhenti besok” atau “aku berhak melakukan/mengonsumsi hal itu”. Seberapa kuat craving ini dapat bervariasi dan fluktuatif sepanjang harinya.

Bagaimana kamu Mengatasi Craving?

Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi craving : 

  • Jangan melawan 

Sadari bahwa kamu mengalami craving dan jangan berusaha kamu lawan. Perlawanan yang kamu lakukan hanya akan meningkatkan intensitas craving yang kamu rasakan. Craving merupakan hal yang normal. Sadari bahwa kamu mengalami sensasi fisik atau memiliki pikiran yang bisa jadi kompulsif, lalu berhentilah sejenak. kamu akan menyadari bahwa intensitas craving akan berkurang segera setelah kamu menoleransinya.

  • Ingat : kamu bukanlah pikiran kamu

Pikiran secara otomatis datang dan pergi sesukanya. Pikiran kompulsif (secara tidak sadar) tersimpan di dalam otak dan dapat muncul pada berbagai situasi yang berbeda. Pikiran itu dapat terhubung dengan pola yang kamu bentuk sepanjang hidup. kamu tidak dapat melakukan apapun, terkadang mereka hadir secara otomatis, dan menjadi tidak masuk akal jika kamu marah pada diri sendiri. kamu bukanlah pikiran kamu. Hal ini juga berlaku dengan emosi dan perasaan yang kamu rasakan selama craving. Mereka adalah bagian dari hidup dan kamu dapat menentukan bagaimana kamu akan mengatasi hal-hal tersebut.

  • Meditasi

Meditasi dapat membantumu mengatasi craving. Terdapat berbagai aplikasi dan video YouTube yang dapat membantumu bermeditasi. Apakah kamu masih mengalami craving meski sudah menjalani latihan? Cobalah lakukan latihan meditas lainnya.

  • Mainkan situasinya di kepala kamu

Bayangkan kamu sedang melawan pikiran “Saya bisa hanya meminum satu gelas wine”.  Pikirkanlah bagaimana situasi ini terjadi di masa lalu. kamu membuka botol wine, kamu membuka botol wine, meminum segelas, dan pikirkan, “toh sekarang saya kambuh”, yang menyebabkan kamu minum gelas lain. Botolnya habis dalam waktu satu jam. kamu sangat mabuk dan keesokan harinya kamu bangun dalam kondisi pasca mabuk dan merasa sangat bersalah. Apakah kamu ingin mencegah hal ini terjadi?
Segera setelah muncul pikiran “Saya hanya akan minum satu gelas wine”, mainkan situasinya di kepala kamu tetapi lakukan dengan cara yang berbeda; pikirkan situasi kamu merasa craving tetapi tidak kamu ikuti perasaan itu. Refleksikan momen itu dan ingatlah bagaimana craving itu perlahan berkurang. Bagaimana kamu menginterpretasikan momen itu? Bagaimana perasaan kamu keesokan harinya? Pikirkan mengapa kamu termotivasi untuk terus hidup selama masa pemulihan.

  • Refleksikan hasrat kamu

Jika kamu mendambakan (craving) cokelat, narkoba, atau perilaku lain yang tidak sehat, kemungkinan kamu merasakan kerinduan akan adanya kebahagiaan, kepuasan, atau kedamaian. Adiksi kamu mungkin memiliki intensi positif di masa lalu : dapat memberikan kamu perasaan positif. Oleh karena itu, tidak mengejutkan jika secara berkala kamu merasakan craving. Pada saat itu, coba tanyakan ke diri kamu apa yang menjadi hasrat kamu dan fokuslah pada hal itu. Lalu, alih-alih kambuh, kamu dapat mulai memahami apa yang sebetulnya kamu cari selama ini.

  • Penuhi kebutuhan kamu

Apakah kamu tahu apa menjadi hasrat kamu? Penuhi hasrat itu. Hanya saja saat ini, tidak dengan perilaku tidak sehat dan merusak seperti yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Kali ini, ajari diri kamu, dengan cinta, kasih saying, dan kesabaran, untuk menerapkan perilaku alternatif yang lebih sehat. Penting untuk memetakan perilaku mana yang diinginkan pada proses awal pemulihan. Misalnya, jalan-jalan di sekitar kompleks rumah, menelepon teman, makan makanan yang bergizi, atau mandi. Hal-hal ini dapat membantumu memutus pola dan mengajarkan dirimu sendiri untuk memenuhi kebutuhanmu dengan cara yang berbeda.

  • kamu tidak perlu menjalaninya sendirian

Ingat: mintalah dukungan dari orang-orang terdekatmu selama masa sulit. Temui teman atau anggota keluarga selama masa sulit itu. kamu juga dapat menelepon atau mengirim pesan pada seseorang. Carilah kelompok dukungan di sekitar kamu dan kunjungi mereka selama kamu merasakan craving. Jika kamu cukup berani untuk membagikan pengalaman sulit, kamu akan semakin merasa terhubung dengan mereka. Kemungkinan kamu mengalami kekambuhan akan semakin berkurang jika kamu keluar dari isolasi, yang berperan besar pada adiksi kamu.

  • Belajar untuk toleransi

Meski craving merupakan sesuatu yang mengganggu, kamu tahu bahwa itu akan berlalu. Hal ini juga berlaku pada pikiran dan emosi. kamu tidak berpengaruh pada mereka dan semakin kamu melawan, maka semakin besar mereka mendapatkan yang mereka inginkan. Ingatkan diri kamu bahwa ini adalah masalah toleransi. Terima bahwa ini merupakan bagian dari pemulihan sehingga seiring berjalan waktu, kamu akan mampu mengatasi craving dengan lebih baik. Dorong diri kamu untuk mengatasi craving dengan cara yang berbeda kali ini, sehingga kamu dapat memutus pola adiksi kamu.
Bersabarlah terhadap diri kamu dan berikan kepada diri sendiri waktu dan ruang untuk belajar mengatasi craving dengan cara berbeda. Terdapat trial dan error dalam prosesnya. Tetaplah terkoneksi dengan tenaga profesional kamu untuk mencari tahu apa yang bisa membantumu dalam situasi sulit.

Sumber :

Libraries – Addiction
https://niceday.app/en/library/what-should-you-do-when-you-experience-a-craving/