Share with on:

Artikel Pustaka

Mindfulness untuk Anak-Anak: Cara Mengembangkan Ketenangan & Fokus (for adults/parents)

20240118 Gaya Hidup Mindfulness untuk Orangtua

Anak-anak zaman now semakin disibukkan dengan berbagai aktivitas, teknologi baru, dan tuntutan di sekolah. Akibatnya, banyak anak yang merasa cemas, frustrasi, dan kesulitan berkonsentrasi. Mindfulness adalah praktik meditasi yang terbukti membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus pada anak-anak. Artikel ini membahas manfaat mindfulness untuk anak-anak serta cara menerapkannya.

Apa Itu Mindfulness?

Mindfulness merupakan kesadaran mengenai apa yang terjadi di sekitar kita dan di dalam diri kita saat ini. Ini bisa mencakup:

  • Perhatian pada pernapasan
  • Observasi terhadap pikiran dan perasaan yang muncul
  • Kesadaran akan lingkungan dan aktivitas fisik

Praktik mindfulness didasari pada prinsip non-judgement (menerima apa adanya) dan tetap berada di saat ini. Ini membantu kita mengatasi kecemasan atau frustrasi dengan cara yang sehat.

Manfaat Mindfulness untuk Anak-Anak

Berlatih mindfulness sejak dini membantu anak mengembangkan ketahanan mental dan fokus. Beberapa manfaat spesifik mindfulness bagi anak-anak antara lain:

  1. Mengurangi Stres & Kecemasan
    Anak-anak saat ini menghadapi lebih banyak tekanan dibandingkan generasi sebelumnya. Survei menunjukkan gejala kecemasan dan depresi pada anak-anak meningkat drastis. Mindfulness terbukti menurunkan hormon stres dan gelombang otak yang terkait dengan kecemasan.
  2. Meningkatkan Fokus & Konsentrasi
    Perhatian anak-anak mudah teralihkan, apalagi dengan adanya gadget serta kesibukan lain. Latihan mindfulness melatih kemampuan untuk tetap fokus pada satu hal dalam jangka waktu tertentu. Riset menunjukkan siswa yang berlatih mindfulness 25 menit per hari meningkatkan perhatian serta mampu berkonsentrasi lebih lama.

  3. Menumbuhkan Kemampuan Menenangkan Diri
    Ketika marah atau sedih, anak-anak seringkali meledakkan emosinya. Mindfulness mengajarkan keterampilan self-soothing yaitu menenangkan perasaan sendiri tanpa ledakan emosi. Ini penting untuk pengaturan diri serta hubungan positif dengan orang lain.

  4. Mendorong Perilaku Positif
    Praktik mindfulness membantu anak lebih peka terhadap dampak perilakunya serta mendorong niat baik. Penelitian di sekolah menengah pertama menemukan mindfulness mengurangi perilaku intimidasi/bullying dan mendorong empati pada remaja.

Cara Berlatih Mindfulness untuk Anak

Berikut beberapa aktivitas mindfulness yang bisa dilakukan bersama si kecil:

  1. Fokus Pada Napas Duduk atau berbaring dengan posisi nyaman dan mata tertutup. Fokus merasakan sensasi napas masuk dan keluar dari hidung serta perut yang naik turun. Lakukan selama 5-10 menit.
  2. Skanning Tubuh Fokuskan perhatian untuk merasakan bagian tubuh mulai dari ujung kaki hingga kepala. Rasakan kontak fisik tubuh dengan lantai/kursi tanpa judgement.
  3. Makan dengan Penuh Kesadaran. Saat makan, fokus merasakan aroma, tekstur, suhu, dan rasa makanan tanpa tergesa-gesa. Kunyah perlahan sambil sadari sensasinya.
  4. Berjalan Sadar Saat berjalan, fokus pada sensasi ketika kaki menyentuh tanah, keseimbangan tubuh, serta lingkungan sekitar yang bisa dilihat, didengar, atau dicium.
  5. Glitter Jar Buat botol berisi cairan & glitter. Ketika anak marah atau sedih, suruh pegang botol sambil fokus mengamati glitter lambat laun mengendap. Ini melatih penenangan diri.

Penting bagi orang tua dan guru untuk juga mempraktikkan mindfulness. Menjadi teladan penting agar si kecil tertarik dan rutin melakukannya. Dengan memulai sejak dini, kita tanamkan kebiasaan sehat yang melatih konsentrasi, ketenangan, serta kesejahteraan mental si buah hati di masa depan.

Bagikan artikel ini

curhat line