Share with on:

Artikel Pustaka

Memahami Self-harm

Pustaka Mood Memahami Self harm (1)

Apa itu Self Harm?

Perilaku menyakiti diri sendiri, atau secara formal di sebut dengan istilah non-suicidal self-injury atau self-harm, adalah sebuah tindakan yang disengaja untuk menyakiti diri sendiri tanpa adanya niat untuk bunuh diri. Beberapa bentuk self-harm yang umum mencakup menyayat kulit, membenturkan kepala, menarik rambut, dan memukul diri. 

Mengapa Seseorang Melakukan Self-Harm?

Jika kita mencoba memahami, sesungguhnya self-harm merupakan sebuah bentuk komunikasi tersendiri. Menurut Smith (2021) seringkali ketika dia bertanya pada remaja mengapa mereka melakukan self-harm, mereka akan menjawab kalau mereka melakukan self-harm karena mereka merasa sangat tertekan. Fuller (2022), menjelaskan terdapat 4 alasan seseorang melakukan self-harm diantaranya:

  1. Untuk merasakan sakit
    Banyak orang melakukan self-harm agar mereka dapat merasakan rasa sakit fisik, hal ini biasanya dilakukan ketika mereka mati rasa secara emosional. Individu yang memiliki riwayat trauma atau pelecehan akan sering merasa mati rasa, seingga perilaku self-harm memungkinkan individu untuk merasakan ‘sesuatu’ kembali, sekalipun rasa tersebut adalah rasa sakit.

  2. Sebagai hukuman bagi diri sendiri
    Banyak orang melakukan self-harm karena merasa bersalah atau tidak berharga. Harga diri mereka yang rendah mungkin berasal dari pengalaman masa lalu negatif, seperti intimidasi, pengabaian, trauma, atau kesepian, dan akibatnya mereka melakukan self-harm sebagai hukuman dari “rasa bersalah” mereka.

  3. Untuk mengalihkan mereka dari perasaan yang tidak diinginkan
    Banyak juga orang melakukan self-harm karena ingin mengalihkan diri dari perasaan negatif yang sangat intens dan membuat mereka kewalahan. Bagi orang-orang ini, rasa sakit fisik yang mereka rasakan dari self-harm merupakan cara mereka untuk melupakan emosi negatif mereka.

  4. Untuk mengelola emosi yang mereka rasakan
    Bagi orang yang tidak memiliki kemampuan mengelola emosi yang baik, perilaku self-harm merupakan salah satu strategi mengelola emosi yang sebetulanya tidak sehat. Rasa sakit fisik akibat self-harm adalah cara instan untuk melarikan diri dari kenyataan dan untuk mengekspresikan emosi internal. Perilaku melukai diri melepaskan hormon endorfin, yang menciptakan rasa euforia dan relaksasi. Keadaan sementara ini dengan cepat digantikan oleh perasaan bersalah dan malu, yang menghasilkan lebih banyak lagi emosi internal yang negatif, yang dapat menjadi kekuatan pendorong yang kuat untuk melanjutkan siklus menyakiti diri sendiri.

Kenapa kamu perlu mencari bantuan profesional untuk mengatasi self-harm?

Self-harm merupakan sebuah mekanisme koping untuk mengelola emosi yang tidak sehat. Terdapat juga kemungkinan besar individu yang melakukan self-harm mengalami masalah kesehatan mental yang belum teridentifikasi. Oleh karena itu, menjadi penting bagi individu yang melakukan self-harm untuk mencari bantuan profesional untuk mengidentifikasi masalah sesungguhnya yang mereka alami, juga bersama-sama berproses untuk menemukan strategi koping yang lebihh sehat untuk mengelola emosi negatif yang dialami.

 

Sources:

Fuller, K. (2021, March 22). Four Reasons Why Individuals Engage in Self-Harm. Retrieved from PsychologyToday:https://www.psychologytoday.com/intl/blog/happiness-is-state-mind/202103/four-reasons-why-individuals-engage-in-self-harm

Smith, A. D. (2021, July 8). Talking About Self-Injury . Retrieved from PsychologyToday: https://www.psychologytoday.com/intl/blog/and-running/202107/talking-about-self-injury

Bagikan artikel ini

curhat line