Umum

Mengenal Ikigai, Filosofi Jepang Untuk Mencari Tujuan Hidup

“Apa tujuan yang ingin kamu raih dalam hidup ini?” 

“Apa yang membuatmu semangat dan rela bangun dari tidur setiap paginya?”

Tidak jarang kebanyakan dari kita masih kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini. Apakah ingin mencapai level karir setinggi mungkin? Apakah ingin menjadi pengusaha sukses? Atau hanya sesederhana ingin menjalani kehidupan dengan sebaik mungkin? 

Yuk, berkenalan dengan Ikigai!

Ikigai sendiri berasal dari kata untuk hidup (iki) dan alasan (gai). Sesuai dengan maknanya, Ikigai adalah suatu prinsip dari budaya Jepang untuk membantu menentukan tujuan hidup. Ikigai juga bisa jadi pedoman saat ingin menentukan tujuan karir jangka panjang, menemukan motivasi dan bertahan dalam situasi sulit. 

Ikigai sendiri terdiri dari 4 elemen, yaitu: 

  1. What you love, apa pekerjaan atau aktivitas yang kita sukai?
  2. What you are good at, apa keahlian atau keterampilan tertentu yang kita kuasai?
  3. What you can be paid for, apakah ada peluang karir dari hal-hal yang kita sukai dan kuasai?
  4. What the world needs, apa yang saat ini sedang dibutuhkan oleh orang lain di sekitar kita?

Jika berdasarkan diagram di atas, maka :

  1. Passion adalah irisan antara keterampilan dan hal yang kita sukai.
  2. Mission adalah irisan antara kebutuhan masyarakat dengan hal yang kita sukai.
  3. Profession adalah irisan antara keterampilan dan kesempatan mendapatkan uang.
  4. Vocation adalah irisan antara kebutuhan masyarakat dan kesempatan untuk mendapatkan uang.

Nah, seseorang bisa dikatakan berhasil mencapai ikigai ketika berhasil menggabungkan keempat elemen tersebut. Misalnya, Sari suka dengan pelajaran Biologi dan segala sesuatu tentang lingkungan. Setelah kuliah di jurusan terkait, Sari memiliki skill yang dibutuhkan untuk memulai pekerjaan di bidang lingkungan. Ternyata, saat ini negara sedang membutuhkan banyak ahli untuk pengelolaan sampah plastik. Tentunya, pekerjaan ini pun juga akan mendapatkan gaji yang tetap dari pemerintah. Maka, Sari bisa dikatakan sudah mencapai ikigai-nya. 

Tidak semua orang dapat menemukan ikigai dengan mudah. Ada yang langsung menemukannya saat masih bersekolah, ada pula yang harus menunggu hingga bertahun-tahun untuk menemukannya. Namun, semua orang memiliki timeline yang berbeda-beda. Tidak perlu berkecil hati jika belum menemukan ikigai-mu, yang penting kamu sudah menjalani kehidupan dengan sebaik mungkin. 

 

Referensi 

Gaines, J. (2020). The Philosophy of Ikigai: 3 Examples About Finding Purpose. Positive Psychology. https://positivepsychology.com/ikigai/#google_vignette

Hughes, M. (2021). What’s Your Ikigai? Finding Meaning in Work and Life. MindTools. https://www.mindtools.com/blog/whats-your-ikigai/

Tim HatiPlong

Recent Posts

Disosiasi

Sebelum kita memulai, coba Anda bayangkan situasi berikut: Anda berada di ruang kelas, sedang mengikuti…

1 month ago

Memahami Self-harm

Apa itu Self Harm? Perilaku menyakiti diri sendiri, atau secara formal di sebut dengan istilah…

1 month ago

EMDR: Lebih dari Sekadar Terapi untuk Trauma

Trauma memang menjadi salah satu kondisi yang banyak diatasi dengan EMDR (Eye Movement Desensitization and…

2 months ago

EMDR: Memproses Emosi dan Trauma untuk Hidup Lebih Baik

Trauma adalah pengalaman yang bisa membekas. Kenangan dan emosi negatif yang terkait dengannya dapat terus…

2 months ago

Pengenalan Psikoterapi: EMDR

Saat seorang klien menjalani sesi pertamanya, biasanya sesi tersebut dibuka dengan asesmen dan konseling. Untuk…

2 months ago

The Duck Syndrom: Buang Topeng Bebekmu dan Temukan Dirimu Yang Sebenarnya

Bayangkan kamu sedang berada di sebuah acara sosial untuk menjalin hubungan bisnis dan di sekelilingmu…

2 months ago